
The ringgit hit its highest in more than three years, rising as much as 0.7% to 4.12 per dollar, as China's central bank cut medium-term lending rates following broad stimulus. Asian shares and emerging market currencies also rallied.
Chinese stimulus lifting regional risk sentiment supports demand expectations for commodities, though the effect on feed prices is indirect.
Belum cukup peristiwa historis yang sebanding untuk analisis historis.
Setelah 362 peristiwa makro bearish sebelumnya, Yuan Tiongkok (CNY per USD) bergerak median -0,1% selama 5 sesi (42% lebih tinggi; separuh tengah -0,4% sampai +0,1%), dan -0,2% selama 20 sesi.
Pergerakan benchmark setiap komoditas dari penutupan terakhir sebelum peristiwa. Pembacaan historis menggabungkan peristiwa serupa di masa lalu; itu menggambarkan apa yang terjadi, bukan apa yang akan terjadi. Bukan nasihat investasi.