The FAO updated its La Niña Anticipatory Action and Response Plan in January 2025 and is seeking urgent funding. It is prioritizing assistance to 41 countries at highest risk, with La Niña conditions active and likely to persist until April 2025.
This is a humanitarian funding appeal rather than a supply shock, though it signals weather risk to crops in vulnerable regions that could support food commodity prices modestly.
Setelah 445 peristiwa cuaca netral sebelumnya, Jagung bergerak median +0,1% selama 5 sesi (52% lebih tinggi; separuh tengah -1,4% sampai +1,6%), dan +0,7% selama 20 sesi.
Setelah 224 peristiwa cuaca netral sebelumnya, Gandum (SRW) bergerak median -0,1% selama 5 sesi (46% lebih tinggi; separuh tengah -1,4% sampai +1,5%), dan +0,4% selama 20 sesi.
Setelah 31 peristiwa cuaca netral sebelumnya, Gabah bergerak median -0,0% selama 5 sesi (48% lebih tinggi; separuh tengah -2,1% sampai +2,1%), dan -1,5% selama 20 sesi.
Pergerakan benchmark setiap komoditas dari penutupan terakhir sebelum peristiwa. Pembacaan historis menggabungkan peristiwa serupa di masa lalu; itu menggambarkan apa yang terjadi, bukan apa yang akan terjadi. Bukan nasihat investasi.