
The 2025 OECD inventory shows that export restrictions on staple crops fell by nearly 50% between August 2024 and June 2025, after peaking in early 2024. India, Argentina and Russia removed several rice, maize, soybean and wheat measures during this period.
Fewer export curbs free up more supply for world markets, which weighs on prices for rice, wheat, corn and soybeans. The effect is gradual and reflects policy easing already under way.
Setelah 100 peristiwa kebijakan bearish sebelumnya, Gabah bergerak median -0,1% selama 5 sesi (49% lebih tinggi; separuh tengah -1,7% sampai +1,6%), dan +0,1% selama 20 sesi.
Setelah 122 peristiwa kebijakan bearish sebelumnya, Gandum (SRW) bergerak median -0,3% selama 5 sesi (44% lebih tinggi; separuh tengah -1,9% sampai +1,2%), dan +0,4% selama 20 sesi.
Setelah 310 peristiwa kebijakan bearish sebelumnya, Jagung bergerak median +0,3% selama 5 sesi (54% lebih tinggi; separuh tengah -1,4% sampai +1,9%), dan +0,6% selama 20 sesi.
Setelah 369 peristiwa kebijakan bearish sebelumnya, Kedelai bergerak median -0,2% selama 5 sesi (46% lebih tinggi; separuh tengah -1,7% sampai +1,8%), dan +0,8% selama 20 sesi.
Pergerakan benchmark setiap komoditas dari penutupan terakhir sebelum peristiwa. Pembacaan historis menggabungkan peristiwa serupa di masa lalu; itu menggambarkan apa yang terjadi, bukan apa yang akan terjadi. Bukan nasihat investasi.