
The dollar rose for a fourth straight session after US jobless claims fell to 206,000, below expectations. Fed minutes showed policymakers divided on rate direction, and traders noted a reported US military buildup near Iran that lifted oil.
Stronger US data reduces near-term rate-cut odds, supporting the dollar and pressuring dollar-priced commodities, while Iran risk adds support to crude and energy-linked feed costs.
Setelah 2.356 peristiwa makro bullish sebelumnya, Dolar AS (Luas) bergerak median +0,2% selama 5 sesi (60% lebih tinggi; separuh tengah -0,3% sampai +0,7%), dan +0,4% selama 20 sesi.
Setelah 487 peristiwa makro bullish sebelumnya, Minyak Mentah (WTI) bergerak median +1,0% selama 5 sesi (60% lebih tinggi; separuh tengah -2,0% sampai +4,0%), dan +1,5% selama 20 sesi.
Setelah 323 peristiwa makro bullish sebelumnya, Minyak Mentah (Brent) bergerak median +0,7% selama 5 sesi (58% lebih tinggi; separuh tengah -2,9% sampai +3,7%), dan +1,3% selama 20 sesi.
Pergerakan benchmark setiap komoditas dari penutupan terakhir sebelum peristiwa. Pembacaan historis menggabungkan peristiwa serupa di masa lalu; itu menggambarkan apa yang terjadi, bukan apa yang akan terjadi. Bukan nasihat investasi.