
Laporan Hamm Institute menyebutkan bahwa perang di Timur Tengah mengganggu arus urea dan belerang laut melalui Selat Hormuz, dan China memperketat kontrol ekspor pupuk. Para penulis menggambarkan krisis keamanan pada pasokan nitrogen dan ketersediaan belerang untuk produksi fosfat.
Terhentinya arus urea dan belerang melalui Hormuz menjaga harga nitrogen dan fosfat tetap tinggi, sehingga biaya produksi pakan ternak dan biji minyak ikut naik.
Setelah 205 peristiwa geopolitik bullish sebelumnya, Urea bergerak median +0,4% selama 5 sesi (53% lebih tinggi; separuh tengah -2,1% sampai +3,0%), dan -0,4% selama 20 sesi.
Setelah 114 peristiwa geopolitik bullish sebelumnya, DAP bergerak median +0,0% selama 5 sesi (50% lebih tinggi; separuh tengah -0,3% sampai +1,2%), dan +0,3% selama 20 sesi.
Setelah 60 peristiwa geopolitik netral sebelumnya, Minyak Mentah (WTI) bergerak median -0,9% selama 5 sesi (43% lebih tinggi; separuh tengah -4,7% sampai +2,3%), dan -1,9% selama 20 sesi.
Pergerakan benchmark setiap komoditas dari penutupan terakhir sebelum peristiwa. Pembacaan historis menggabungkan peristiwa serupa di masa lalu; itu menggambarkan apa yang terjadi, bukan apa yang akan terjadi. Bukan nasihat investasi.