
Former President Donald Trump has proposed an across-the-board baseline tariff on all U.S. imports and ending China's normalized trade relations. Farm groups fear retaliation against U.S. agricultural exports, as happened during his previous trade war.
Proposed broad tariffs raise the risk of retaliatory duties on U.S. farm exports such as soybeans, which would weigh on U.S. feed commodity prices if enacted.
Setelah 369 peristiwa kebijakan bearish sebelumnya, Kedelai bergerak median -0,2% selama 5 sesi (46% lebih tinggi; separuh tengah -1,7% sampai +1,8%), dan +0,8% selama 20 sesi.
Setelah 310 peristiwa kebijakan bearish sebelumnya, Jagung bergerak median +0,3% selama 5 sesi (54% lebih tinggi; separuh tengah -1,4% sampai +1,9%), dan +0,6% selama 20 sesi.
Setelah 41 peristiwa kebijakan sebelumnya, Dolar AS (Luas) bergerak median -0,2% selama 5 sesi (44% lebih tinggi; separuh tengah -0,6% sampai +0,4%), dan +0,3% selama 20 sesi.
Pergerakan benchmark setiap komoditas dari penutupan terakhir sebelum peristiwa. Pembacaan historis menggabungkan peristiwa serupa di masa lalu; itu menggambarkan apa yang terjadi, bukan apa yang akan terjadi. Bukan nasihat investasi.