An NDSU Agricultural Trade Monitor analysis reports China's agricultural imports are down 18% year-to-date, the steepest decline among major markets. US agricultural exports to China fell by $6.1 billion, while grain imports, especially wheat, corn and coarse grains, have collapsed.
Weak Chinese demand for grains and corn reduces export demand, while strong demand for soybean meal and corn elsewhere partly cushions prices.
Setelah 1.102 peristiwa laporan bearish sebelumnya, Jagung bergerak median -0,2% selama 5 sesi (47% lebih tinggi; separuh tengah -1,8% sampai +1,3%), dan +0,0% selama 20 sesi.
Setelah 788 peristiwa laporan bearish sebelumnya, Kedelai bergerak median -0,3% selama 5 sesi (47% lebih tinggi; separuh tengah -2,0% sampai +1,5%), dan -0,9% selama 20 sesi.
Pergerakan benchmark setiap komoditas dari penutupan terakhir sebelum peristiwa. Pembacaan historis menggabungkan peristiwa serupa di masa lalu; itu menggambarkan apa yang terjadi, bukan apa yang akan terjadi. Bukan nasihat investasi.