
A 90-day pause on US-China agricultural tariffs from May 14 to August 11, 2025 cut China's retaliatory tariffs on US farm goods from 125% to 10%. Chinese buyers accelerated purchases of US soybeans, corn and pork, while China continued diversifying toward Brazil and Argentina.
Front-loaded Chinese buying supports US soybean and corn export demand near term, but the shift toward Brazilian and Argentine supply limits lasting price support.
Setelah 696 peristiwa perdagangan bullish sebelumnya, Kedelai bergerak median +0,3% selama 5 sesi (54% lebih tinggi; separuh tengah -1,3% sampai +1,9%), dan +0,7% selama 20 sesi.
Setelah 729 peristiwa perdagangan bullish sebelumnya, Jagung bergerak median +0,4% selama 5 sesi (56% lebih tinggi; separuh tengah -1,1% sampai +1,8%), dan +0,5% selama 20 sesi.
Setelah 224 peristiwa perdagangan netral sebelumnya, Bungkil Kedelai bergerak median -0,2% selama 5 sesi (43% lebih tinggi; separuh tengah -1,7% sampai +1,2%), dan -0,2% selama 20 sesi.
Pergerakan benchmark setiap komoditas dari penutupan terakhir sebelum peristiwa. Pembacaan historis menggabungkan peristiwa serupa di masa lalu; itu menggambarkan apa yang terjadi, bukan apa yang akan terjadi. Bukan nasihat investasi.