
Grain markets were mixed in the week to mid-November, with soybeans rising while corn and canola fell, and HRS and HRW wheat declining while SRW wheat and oats gained. Attention centered on hopes of a US-China trade war resolution ahead of the G20 summit, a record US soybean crush, and North American and South American weather outlooks.
Prospects for an easing of US-China tariffs support soybean demand and prices, while favorable South American weather weighs on the market. Cash prices are being driven more by global trade flows than local conditions.
Setelah 696 peristiwa perdagangan bullish sebelumnya, Kedelai bergerak median +0,3% selama 5 sesi (54% lebih tinggi; separuh tengah -1,3% sampai +1,9%), dan +0,7% selama 20 sesi.
Setelah 683 peristiwa perdagangan bearish sebelumnya, Jagung bergerak median -0,2% selama 5 sesi (47% lebih tinggi; separuh tengah -1,7% sampai +1,6%), dan +0,3% selama 20 sesi.
Setelah 82 peristiwa perdagangan bearish sebelumnya, Gandum (HRW) bergerak median -0,3% selama 5 sesi (48% lebih tinggi; separuh tengah -2,8% sampai +1,9%), dan +0,1% selama 20 sesi.
Setelah 206 peristiwa perdagangan netral sebelumnya, Gandum (SRW) bergerak median +0,1% selama 5 sesi (53% lebih tinggi; separuh tengah -1,3% sampai +1,6%), dan +0,5% selama 20 sesi.
Pergerakan benchmark setiap komoditas dari penutupan terakhir sebelum peristiwa. Pembacaan historis menggabungkan peristiwa serupa di masa lalu; itu menggambarkan apa yang terjadi, bukan apa yang akan terjadi. Bukan nasihat investasi.