
Brent crude fell below $50 on Thursday for the first time since March before closing at $49.10 on Friday, and WTI hit a low of $45.29 before settling at $46.22. Analysts pointed to Chinese growth worries, high inventories and fund positioning, while Saudi Arabia said Russia was ready to join OPEC in extending cuts.
Chinese liquidity tightening and concerns about its manufacturing weigh on demand for commodities, while expected OPEC and Russian cut extensions offer some support to crude prices.
Setelah 312 peristiwa makro bearish sebelumnya, Minyak Mentah (Brent) bergerak median -1,7% selama 5 sesi (38% lebih tinggi; separuh tengah -5,4% sampai +2,3%), dan -1,7% selama 20 sesi.
Setelah 565 peristiwa makro bearish sebelumnya, Minyak Mentah (WTI) bergerak median -1,4% selama 5 sesi (41% lebih tinggi; separuh tengah -5,9% sampai +3,0%), dan -0,5% selama 20 sesi.
Pergerakan benchmark setiap komoditas dari penutupan terakhir sebelum peristiwa. Pembacaan historis menggabungkan peristiwa serupa di masa lalu; itu menggambarkan apa yang terjadi, bukan apa yang akan terjadi. Bukan nasihat investasi.