
EUR/USD fell below $1.15 to its lowest since July 2017 after US consumer price data showed headline inflation at 2.9% and core accelerating to 2.4%. Traders priced in two Federal Reserve rate hikes this year.
Stronger US inflation data raised expectations of Fed tightening, lifting the dollar and pressuring the euro, which tends to weigh on dollar-denominated grain and feed prices.
Setelah 53 peristiwa laporan bullish sebelumnya, Dolar AS (Luas) bergerak median +0,1% selama 5 sesi (51% lebih tinggi; separuh tengah -0,4% sampai +0,5%), dan +0,5% selama 20 sesi.
Setelah 15 peristiwa laporan bearish sebelumnya, Euro (USD per EUR) bergerak median +0,0% selama 5 sesi (60% lebih tinggi; separuh tengah -0,6% sampai +0,4%), dan -0,0% selama 20 sesi.
Pergerakan benchmark setiap komoditas dari penutupan terakhir sebelum peristiwa. Pembacaan historis menggabungkan peristiwa serupa di masa lalu; itu menggambarkan apa yang terjadi, bukan apa yang akan terjadi. Bukan nasihat investasi.